Daihatsu Masih Bersandar Pada Konsumen Loyal
Di tengah tantangan pasar otomotif nasional yang belum sepenuhnya pulih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) masih mampu menjaga kinerja penjualannya.
Salah satu faktor yang menjadi penopang adalah kontribusi dari pembeli loyal atau repeat order yang kembali membeli kendaraan baru.
Konsumen yang melakukan penambahan unit maupun mengganti kendaraan lama dinilai berperan penting dalam menjaga permintaan pasar, khususnya pada segmen menengah atas hingga premium yang menunjukkan pertumbuhan sepanjang paruh awal 2026.
Marketing Director & Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan bahwa pertumbuhan pasar saat ini banyak ditopang oleh konsumen yang sudah pernah memiliki mobil sebelumnya.
“Yang tumbuh adalah segmen medium high hingga premium yang mayoritas datang dari pembeli kedua, baik itu penambahan unit atau penggantian kendaraan (replacement/Repeat Order). Selain itu, kami juga terbantu oleh penjualan fleet,” ujar Agung di Depok (21/6/2026).
Pembeli Kedua Beri Kontribusi Signifikan
Menurut Agung, meski pasar pembeli mobil pertama masih menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu, kontribusi dari pembeli kedua terus menunjukkan peran yang semakin penting.
Di Daihatsu sendiri, sekitar 60-65 persen masih didominasi oleh pembeli mobil pertama, sedangkan 35 persennya merupakan pembeli kedua yang membeli kendaraan tambahan atau melakukan pergantian mobil.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumen yang sudah mengenal produk Daihatsu tetap memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap merek tersebut.
Selain itu, kebutuhan mobilitas yang meningkat juga mendorong sebagian konsumen untuk menambah kendaraan dalam keluarga maupun untuk kebutuhan usaha.
Tak hanya ditopang oleh pembeli loyal, penjualan Daihatsu juga mendapat dukungan dari sektor fleet yang masih menjadi salah satu penyumbang volume penjualan perusahaan.
Produksi dan Ekspor Terus Bertumbuh Di tengah dinamika pasar domestik, Daihatsu mengandalkan dua pilar utama bisnisnya, yakni pasar dalam negeri dan ekspor.
“Daihatsu punya dua pilar yaitu pasar domestik dan ekspor. Sampai Mei ini, total produksi kami mencapai hampir 169.000 unit, meningkat 11 persen dibanding tahun lalu. Pasar domestik tumbuh 3,6 persen dan ekspor naik hampir 30 persen,” kata Agung.
Peningkatan produksi tersebut menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional karena turut menjaga aktivitas rantai pasok yang melibatkan banyak pelaku industri pendukung.
“Hal ini menggerakkan rantai pasok agar tetap produktif karena ada jutaan keluarga yang bergantung di dalamnya,” ujarnya.
Karena itu, Daihatsu terus berupaya mencari peluang pasar baru di luar negeri untuk menjaga utilisasi pabrik dan keberlangsungan produksi.
“Kami tegaskan produksi kami meningkat dan kami terus mencari peluang pasar di luar agar produksi tetap berjalan, meski kami tetap berharap industri domestik diperhatikan untuk jangka panjang,” ucap Agung.
Sumber: kompas.com

