Motif Pelaku Tembak ASN di Lampung hingga Tewas, Diawali Cekcok Utang Piutang
Dedi Kristian Agung (40), aparatur sipil negara (ASN) di Lampung Tengah, tewas ditembak setelah diduga terlibat persoalan utang piutang dengan pelaku berinisial FJP (21).
Peristiwa penembakan itu terjadi di kawasan Jalan Khairbras Jembatan Hitam, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Lampung, Sabtu (24/5/2026) sekitar pukul 19.50 WIB.
Sebelum penembakan terjadi, korban disebut sempat terlibat cekcok mulut hingga perkelahian fisik dengan pelaku di dekat lokasi jualan ayam geprek milik korban.
Cekcok utang piutang berujung penembakan
Istri korban, Vita Lestari, mengatakan, peristiwa berdarah itu diduga dipicu masalah utang piutang.
Vita menyebut, suasana di lokasi mendadak mencekam setelah terdengar letusan senjata api.
Saat kejadian, Dedi berada di lokasi jualan ayam geprek bersama istri dan dua anaknya yang masih berusia 7 tahun dan 3 tahun.
Kedua anak korban menyaksikan langsung ayah mereka terkapar bersimbah darah setelah ditembak pelaku.
“Anak saya terus terang langsung teriak, Ayah kenapa, Bu? Ayah kenapa?,” ungkap Vita, Minggu (24/5/2026).
Vita mengaku sangat syok saat melihat suaminya roboh setelah ditembak di depan dirinya dan kedua anak mereka.
Ia mengatakan, warga sekitar sempat tidak berani mendekat untuk menolong korban karena pelaku masih menodongkan senjata api.
Korban baru dapat dievakuasi sekitar 15 menit kemudian setelah pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dedi kemudian dibawa ke rumah sakit oleh petugas Babinsa bersama warga, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak fatal.
Istri korban minta proses hukum transparan
Vita menduga penembakan itu tidak terjadi secara spontan. Menurut dia, pelaku sebelumnya kerap melontarkan ancaman setiap kali bertemu dengan korban.
Vita meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut secara transparan dan tidak memberi ruang bagi intervensi pihak mana pun.
Sumber: kompas.com

